Melek Finansial

Umumnya pelaku usaha muda yang tergabung di komunitas Rumah Entrepreneur masih status mahasiswa, sehingga mereka hanya fokus di penjualan saja, sehingga lupa dengan managemen keuanganya. Berikut Kang Rendy, berbagi tips melalui Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika berbagi tips dan solusi.

“Apakah Saya sudah pantas ikut Melek Finansial? Kan Saya baru bisnis.”
Pertanyaan yang menarik. Saya sudah berjanji untuk membahas pertanyaannya pada tulisan FB.
Pada dasarnya, Melek Finansial atau Melfin kami rancang untuk memberikan pemahaman yang mendasar pada laporan keuangan. Sepintas, ilmu ini mirip dengan ilmu akuntansi. Saya tidak pungkiri bahwa basis ilmu Melek Finansial ini adalah ilmu accounting, namun Melek Finansial menambahkan pemaknaan lebih mendalam pada apa yang tertera pada laporan keuangan.
Maka, Melek Finansial ini jelas kami rancang untuk mereka yang sedang berbisnis, baik yang baru memulai berbisnis, ataupun yang telah lama berbisnis. Keduanya sama-sama membutuhkan pemahaman yang baik dalam pemahaman Finansial.
Bagi yang belum memulai bisnis sama sekali, pemahaman finansial ini memberikan pondasi agar Anda “benar” sedari awal. Dari belasan training literasi finansial yang Saya isi, para peserta selalu mengeluhkan hal yang sama,
“Coba aja kang, Saya dari dulu ngerti ini, pasti sudah rapi banget, udah melesat”
Simak Video Kang Rendy berikut :

Untuk mereka yang terlanjur menjalankan bisnis secara terbang buta, Melek Finansial ini berguna untuk merapikan apa yang telah “berantakan”. Tidak sedikit alumni training Melek Finansial yang kemudian melakukan audit ulang atas seluruh asset bisnisnya. Hal tersebut dilakukam agar terbentuk neraca bisnis yang valid.
Bagi mereka yang telah menjalani bisnis, Melek Finansial juga mendorong para owner untuk menganalisa kesehatan bisnisnya. Perhitungan profit loss yang presisi membuat para owner dapat melangkah secara objektif.
Untuk sahabat yang aktif di lembaga sosial. Pencatatan Finansial yang komprehensif adalah tanggung jawab seorang pengelola lembaga sosial. Anda harus dapat membedakan bantuan sosial yang habis menjadi operasional dan bantuan sosial yang berubah bentuk menjadi Asset.
Lalu bagi sahabat yang sama sekali tidak berbisnis, pemahaman Finansial pun sangat bermanfaat untuk memahami bahasa operasi bisnis di kantor Anda. Anda yang berprofesi menjadi karyawan akan mampu membantu perusahaan Anda untuk bertumbuh.
Setiap organisasi perusahaan pasti berbisnis, dan setiap bisnis pasti berbahasa keuangan. Maka memahami bahasa keuangan adalah jalan lesat karir diri Anda. Anda akan faham bagaimana mengenerate sales yang benar. Anda akan terlatih menjaga biaya-biaya. Dan Anda dapat memberi masukan positif kelada bos Anda. Saya yakin, pimpinan Anda akan berbahagia apabila Anda dapat membantu tumbuh organisasi tempat Anda bekerja.
Seseorang yang tidak berbisnis pun pastilah melakukan aktivitas keuangan. Membangun Asset pribadi juga termasuk dalam ilmu ini. Seseorang yang faham MelekFinansial akan lebih mudah membangun kekayaan ketimbang mereka yang tidak memahaminya.
sumber : www.keke.co.id

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here