Advertisement

Salah satu misi pembangunan Provinsi Jawa Barat adalah mempercepat pertumbuhan serta pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Melalui peningkatan konektivitas wilayah dan penataan daerah dengan sasaran misi, di antaranya gerbang Desa Juara.

Peluncuran program Desa Juara dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat pada 2018, diawali adanya ketimpangan sosial di desa dan masih menjadi persoalan yang belum bisa terpecahkan. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menginisiasi strategi pengembangan desa melalui program Desa Juara. Pemahaman desa juara adalah yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta wilayah secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya alam dan SDM yang ada.

source photo : https://www.facebook.com/yuli.diana.75873

Sejalan dengan program pemerintah pusat, Direktorat SMK berinisiatif menyelenggarakan koordinasi di tingkat desa. Tujuannya, untuk mendukung serta menguatkan fungsi dan peran seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa. Dalam pelaksanaannya, program dilakukan oleh Direktorat SMK, SMK, dan pemangku kepentingan di tingkat desa terkait. Keberadaan SMK untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan pengembangan ekonomi pedesaan serta mampu mengembangkan potensi/kompetensi SDM desa agar berkontribusi secara langsung dalam program tersebut.

Program SMK Membangun Desa menjadi salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjalankan kebijakan revitalisasi SMK, dimana bertujuan untuk menciptakan terobosan serta mewujudkan sinergi antara SMK dan pemerintah desa. SMK harus menjadi solusi permasalahan bangsa karena menyelesaikan masalah bangsa dimulai dari desa. Sinergi antara SMK dengan pemerintah desa juga diharapkan bermanfaat untuk lingkungan terdekatnya.

Program SMK Membangun Desa selaras dengan inovasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yakni desa juara yang memiliki tiga pilar. Yaitu, Digitalisasi Layanan Desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa). Melalui program SMK Membangun Desa diharapkan mampu meningkatkan sumber daya manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. Sehingga, tidak ada lagi istilah desa tertinggal.

Jadi, berdirinya SMK tidak hanya cukup untuk sekolah, tapi juga memberikan dampak positif bagi desa sekitar agar dapat dilatih. Semua jurusan di SMK dapat berkiprah dengan turun ke desa, melatih warga dengan kompetensi keahliannya. Produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa pun nantinya dapat meningkat. Kepala SMK juga harus berperan untuk terus menghadirkan inovasi. Inovasi tersebut nantinya diterapkan guna membangun desa-desa di Jawa Barat. Selain itu, kepala sekolah harus mendorong para siswa agar turut membangun desa. Dengan melibatkan alumni (SMK) harus berpikir kembali ke desa dengan kemampuan yang sudah dimiliki untuk membangun desanya.

SMK Membangun Desa adalah untuk menyadarkan kembali pentingnya alumni dan siswa SMK agar kembali ke desa guna mengolah sumber daya alam dan potensi lokal yang melimpah menjadi sebuah keunggulan. Begitu pun dengan sumber daya yang meliputi lulusan-lulusan SMK, ditambah stimulan dari program-program pemerintah, baik pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Yang terpenting, sumber daya manusia di SMK harus memiliki motivasi dan kemauan untuk melakukan terobosan.

Selain itu, penguatan soft skill untuk peserta didik sangat penting, di samping hard skill. Guru-guru pun harus berinovasi dalam pembelajaran. SMK akan menjadi hebat jika pengelolanya mempunyai tim yang hebat. Dengan sinergisme, kerja sama, dan kolaborasi SMK dengan desa, diharapkan mampu mengentaskan pengangguran di desa. Sehingga, potensi yang ada di SMK berupa keterampilan, pengetahuan, dan skill yang dimiliki oleh siswa dapat bermanfaat bagi desanya berupa produktivitas. Sehingga, mereka mampu menghasilkan produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Terlebih, baik siswa, alumni maupun guru mempunyai kompetensi dan keahlian untuk memberikan pelatihan kepada warga desa. Selain itu, memiliki kemampuan untuk menggerakkan wirausaha sehingga bisa menggandeng UMKM yang ada di desa agar perekonomian desa lebih menggeliat. Hal ini menjadi tantangan bagi SMK untuk mengikuti peta jalan yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Program SMK Membangun Desa juga dapat dikolaborasikan dengan program lainnya. Yaitu, Teaching Factory (TEFA), Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW), dan SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan pola tata kelola atau peraturan internal yang baik dan memuat, antara lain:

Struktur organisasi, prosedur kerja, pengelompokkan fungsi yang logis, dan pengelolaan sumber daya manusia. Pola tata kelola yang dikembangkan tersebut harus memenuhi prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance) agar dapat mengarahkan program SMK Membangun Desa ke arah yang lebih profesional serta dapat mencapai arahan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.

source photo : https://www.facebook.com/yuli.diana.75873

Sumber: Peresmian Program SMK Membangun Desa di Kabupaten Bogor, Selasa (27/4/2021) yang dihadiri oleh Direktur SMK Kemendikbud RI, Wakil Gubernur Jawa Barat, Kabid SMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, KCD Wilayah I Provinsi Jawa Barat, dan Sekdis Kabupaten Bogor serta 9 kepala SMK dan 9 kepala desa setempat yang telah menjalankan program SMK Membangun Desa.

Komentar Facebook Anda

komentar

Advertisement